Hi Nicholas,
Saya sependapat dengan opini mas-mas sebelumnya. GPA tidak terlalu diperhitungkan ketika Anda selesai PhD, asalkan di program PhD masih berkisar 3.00/4.00. Ini semata-mata untuk mengamankan funding utk program PhD. Kalau GPA di bawah 3.00, di universitas saya bisa kehilangan funding. Ketika saya masih di program Master, saya masih mengejar GPA tinggi supaya bisa diterima di program PhD, sekarang setelah di PhD, saya lebih fokus ke riset dan publikasi. Kadang saya lebih memilih menyelesaikan paper utk publikasi daripada belajar untuk ujian akhir semester.
Kebetulan semester ini saya menjadi anggota seach committee utk merekrut 3 assistant professor dan 1 associate professor mewakili mahasiswa PhD di departement saya. Dari pengalaman saya menjadi anggota search committee, pertanyaan tentang GPA pelamar tidak pernah ada. Kami mengkategorikan pelamar berdasarkan jumlah publikasi,riset, dan grant yang pernah mereka terima. Ada 3 CV pelamar untuk posisi assistant professor yang fresh PhD dengan GPA berkisar 3.8-4.00 berakhir di keranjang sampah karena tidak memiliki publikasi. Biasanya kalau Anda melamar posisi di Research University, jumlah publikasi dan pengalaman riset akan diutamakan. Kalau Anda melamar posisi di teaching university, pengalaman mengajar akan lebih diutamakan.
Semoga membantu.
have a magical day,
Pulung
Research Associate
Tourism Crisis Managament Institute
University of Florida
Gainesville, FL
http://id-scholarships.blogspot.com/
===============================
INFO LOWONGAN DI BIDANG MIGAS:
http://www.lowongan-kerja.info/lowongan/oil-jobs/
===============================
INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

No comments:
Post a Comment